Quantum Computing

Reading: Math: Linear Algebra & Tensors
MODULE 02 MATH FOUNDATION

Linear Algebra to Implementation

Lupakan kalkulus rumit. Matematika kuantum untuk engineer itu 90% adalah Aljabar Linear. Ini tentang vektor, operator, dan bagaimana semuanya berubah seiring waktu.

lightbulb Inti Matematika Kuantum

Kuantum sistem adalah vektor di ruang Hilbert kompleks. Waktu mengubah state melalui operator unitary (rotasi vektor). Pengukuran memaksa state "jatuh" ke basis dengan probabilitas = kuadrat amplitudo. Semua komputasi kuantum = rangkaian rotasi yang terkontrol, diakhiri dengan proyeksi probabilistik.

visibility Gambaran Visual

Bayangkan panah-panah (vektor) di ruang multidimensi yang tidak bisa kita lihat langsung. Setiap qubit = panah di bola Bloch (2D surface dari ruang 3D). N qubit = panah di ruang 2^N dimensi. Gate = putar panah ini sedikit. Pengukuran = pilih acak salah satu ujung panah berdasarkan sejajar apa dia dengan sumbu koordinat.

C

SUPER DEEP: Matematika dari State ke Implementasi

12-20 sublevel konsep, lengkap dari Hilbert space sampai compilation

C.1

Hilbert Space dan Ray

Inti

Hilbert space = ruang vektor kompleks lengkap dengan inner product. State fisik = ray (garis dari origin), bukan vektor tunggal, karena global phase tidak berpengaruh fisik.

Definisi Formal

Hilbert space $H$ adalah ruang vektor kompleks dengan:

  • Inner product: $\langle\phi|\psi\rangle = c$ (bilangan kompleks)
  • Norm: $||\psi|| = \sqrt{\langle\psi|\psi\rangle}$
  • Completeness: semua limit Cauchy konvergen di dalam ruang

Untuk QC, kita pakai $H = \mathbb{C}^2$ (1 qubit) atau $H = \mathbb{C}^{2^n}$ (n qubit).

Ray vs Vector

$|\psi\rangle$ dan $e^{i\theta} |\psi\rangle$ mewakili state fisik yang SAMA.

Kenapa? Karena semua observasi (probabilitas) bergantung pada $|\langle\phi|\psi\rangle|^2$, dan phase global hilang saat di-kuadratkan.

Konsekuensi: Bloch sphere adalah ruang proyektif $\mathbb{CP}^1$, bukan bola 3D penuh.

Apa Knob Kontrolnya?

Tidak ada untuk konsep matematika murni. Ini adalah kerangka kerja (framework), bukan device.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Menganggap global phase berpengaruh
  • BENAR: Hanya relative phase yang penting
C.2

Pauli Operators dan SU(2)

Inti

Pauli matrices adalah generator rotasi di ruang qubit. Mereka membentuk basis untuk semua operator Hermitian 2x2 dan membentuk group SU(2) (Special Unitary group of dimension 2) yang menggambarkan semua rotasi "mengawetkan norm" di Bloch sphere.

Empat Operator Dasar
Operator Matriks Aksi Fisik
$I$ (Identitas) $\begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{pmatrix}$ Tidak melakukan apa-apa
$X$ (NOT) $\begin{pmatrix} 0 & 1 \\ 1 & 0 \end{pmatrix}$ Flip $|0\rangle \leftrightarrow |1\rangle$
$Y$ $\begin{pmatrix} 0 & -i \\ i & 0 \end{pmatrix}$ Flip + phase
$Z$ (Phase) $\begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & -1 \end{pmatrix}$ Phase flip $|1\rangle \to -|1\rangle$
SU(2): Group Rotasi Qubit

Semua single-qubit gate adalah elemen $SU(2)$: matriks $2 \times 2$ unitary dengan determinant = 1.

$U = \exp\left(-i \frac{\theta_x X + \theta_y Y + \theta_z Z}{2}\right)$

Ini adalah rotasi 3D di Bloch sphere dengan sudut $\theta$ di sekitar sumbu $(\theta_x, \theta_y, \theta_z)$.

Hubungan dengan $SO(3)$: $SU(2)$ adalah "double cover" dari $SO(3)$. Rotasi $360^\circ$ di Bloch sphere = $-I$, bukan $I$!

Apa Knob Kontrolnya?

Parameter rotasi: theta (sudut), phi (arah di equator), lambda (fase tambahan). Di hardware: amplitude dan phase microwave pulse.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Mengira Y = XZ (salah urutan!)
  • BENAR: Y = iXZ (dengan faktor i)
  • SALAH: Rotasi 360° = identitas
  • BENAR: 360° = -I, 720° = I
C.3

Rotasi sebagai Exponential Operator

Inti

Semua evolusi waktu kuantum adalah rotasi = eksponensial dari Hamiltonian. Gate adalah snapshot dari evolusi ini. Untuk operator Hermitian A, exp(-i*theta*A) selalu unitary dan mengawetkan probabilitas.

Rotasi di Sekitar Sumbu Pauli

$R_x(\theta) = \exp(-i \theta X / 2) = \cos(\theta/2)I - i\sin(\theta/2)X$

$R_y(\theta) = \exp(-i \theta Y / 2) = \cos(\theta/2)I - i\sin(\theta/2)Y$

$R_z(\theta) = \exp(-i \theta Z / 2) = \cos(\theta/2)I - i\sin(\theta/2)Z$

Faktor 1/2 muncul karena rotasi di Bloch sphere adalah rotasi vektor, bukan rotasi spinor. Spinor butuh rotasi 2x lipat untuk "merasa" sama rotasinya.

Deret Taylor untuk Eksponensial Matriks

$\exp(A) = I + A + A^2/2! + A^3/3! + ...$

Untuk Pauli matrices, trik mudahnya: $X^2 = Y^2 = Z^2 = I$

Jadi: $\exp(-i\theta X/2) = \cos(\theta/2)I - i\sin(\theta/2)X$

Sama dengan identitas Euler: $e^{ix} = \cos(x) + i\sin(x)$

Apa Knob Kontrolnya?

theta (sudut rotasi). Di hardware: durasi pulse (lebih lama = rotasi lebih besar). Phase pulse menentukan sumbu rotasi.

Kesalahan Umum
  • SALAH: $R_x(180^\circ)$ flip dari $|0\rangle$ ke $|1\rangle$
  • BENAR: $R_x(180^\circ)$ flip dari $|+\rangle$ ke $|-\rangle$, atau $X$ gate flip $|0\rangle$ ke $|1\rangle$
C.4

Hamiltonian dan U(t)

Inti

Hamiltonian H adalah operator total energi sistem. Evolusi waktu diberikan oleh persamaan Schrödinger: U(t) = exp(-i*H*t/h_bar). Semua gate adalah U(t) untuk H tertentu dan t tertentu.

Persamaan Schrödinger

$i \hbar \frac{d|\psi\rangle}{dt} = H |\psi\rangle$

Untuk $H$ time-independent:

$|\psi(t)\rangle = U(t) |\psi(0)\rangle = \exp(-i H t / \hbar) |\psi(0)\rangle$

$\hbar$ = konstanta Planck tereduksi = $1.054 \times 10^{-34}$ J·s. Dalam unit QC, kita set $\hbar = 1$ untuk kemudahan.

Contoh: Qubit dengan Drive Microwave

Hamiltonian total (dalam frame berotasi):

$H = (\Delta/2)Z + (\Omega/2)(\cos(\phi)X + \sin(\phi)Y)$

di mana:

  • $\Delta$ = detuning (selisih frekuensi drive dengan frekuensi qubit)
  • $\Omega$ = Rabi rate (kekuatan drive)
  • $\phi$ = phase drive

Jika $\Delta = 0$ (on resonance): $H = (\Omega/2)\cos(\phi)X + (\Omega/2)\sin(\phi)Y$

Ini adalah rotasi di equator Bloch sphere!

Apa Knob Kontrolnya?

Frekuensi drive (mengontrol delta), amplitude (mengontrol Omega), phase (mengontrol phi), durasi (mengontrol t).

Apa yang Diukur?

Probabilitas berada di |0> atau |1> setelah evolusi. Pada experiment: Rabi oscillation (oscilasi probabilitas terhadap waktu).

C.5

Tensor Product dan Entanglement

Inti

Multi-qubit state dibentuk dengan tensor product (Kronecker product). State yang TIDAK bisa ditulis sebagai tensor product dari subsystems adalah entangled. Entanglement = korelasi non-klasik yang tidak bisa difaktorkan.

Tensor Product (Kronecker Product)

$|ab\rangle = |a\rangle \otimes |b\rangle$

Contoh untuk 2 qubit:

$|00\rangle = |0\rangle \otimes |0\rangle = [1, 0]^T \otimes [1, 0]^T = [1, 0, 0, 0]^T$

$|01\rangle = |0\rangle \otimes |1\rangle = [1, 0]^T \otimes [0, 1]^T = [0, 1, 0, 0]^T$

Umum: $(\alpha|0\rangle + \beta|1\rangle) \otimes (\gamma|0\rangle + \delta|1\rangle)$

$= \alpha\gamma|00\rangle + \alpha\delta|01\rangle + \beta\gamma|10\rangle + \beta\delta|11\rangle$

Product State vs Entangled State

Product State (Bisa difaktorkan):

$|\psi\rangle = (|0\rangle + |1\rangle) / \sqrt{2} \otimes |0\rangle = (|00\rangle + |10\rangle) / \sqrt{2}$

Ini adalah superposisi, tapi BUKAN entanglement. Qubit kedua selalu 0.

Entangled State (TIDAK bisa difaktorkan):

$|\Phi^+\rangle = (|00\rangle + |11\rangle) / \sqrt{2}$

Tidak bisa ditulis sebagai $|a\rangle \otimes |b\rangle$ untuk sembarang $|a\rangle, |b\rangle$!

Jika qubit pertama 0, qubit kedua PASTI 0. Jika pertama 1, kedua PASTI 1.

Schmidt Decomposition

Setiap bipartite state bisa ditulis sebagai:

$|\psi\rangle = \sum_i \lambda_i |i_A\rangle \otimes |i_B\rangle$

di mana $\lambda_i$ adalah Schmidt coefficients (real, non-negative, sum to 1).

Jika hanya SATU $\lambda_i = 1$ (yang lain 0): product state.

Jika lebih dari SATU $\lambda_i > 0$: entangled.

Entanglement entropy = $-\sum_i \lambda_i^2 \log(\lambda_i^2)$

Apa Knob Kontrolnya?

Gate 2-qubit (CNOT, CZ, iSWAP) yang menciptakan entanglement. Parameter: gate duration, coupling strength.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Semua superposisi = entangled
  • BENAR: Hanya superposisi yang tidak bisa difaktorkan
  • SALAH: Entanglement = komunikasi instan
  • BENAR: Entanglement = korelasi, no signaling
C.6

Measurement: Projective dan POVM

Inti

Pengukuran memaksa state "jatuh" dari superposisi ke salah satu basis dengan probabilitas. Projective measurement = pengukuran ideal ke orthonormal basis. POVM (Positive Operator-Valued Measure) = pengukuran umum yang mencakup noisy/weak measurement.

Projective Measurement (Von Neumann)

Set of projectors $\{P_i\}$ yang memenuhi:

  • $P_i^2 = P_i$ (idempotent)
  • $P_i^\dagger = P_i$ (Hermitian)
  • $\sum_i P_i = I$ (complete)
  • $P_i P_j = 0$ untuk $i \neq j$ (orthogonal)

Probabilitas outcome $i$: $p(i) = \langle\psi|P_i|\psi\rangle$

State setelah outcome $i$: $|\psi'\rangle = P_i|\psi\rangle / \sqrt{p(i)}$

Contoh: Measurement di Z Basis

$P_0 = |0\rangle\langle 0| = \begin{pmatrix}1&0\\0&0\end{pmatrix}$ (projector ke $|0\rangle$)

$P_1 = |1\rangle\langle 1| = \begin{pmatrix}0&0\\0&1\end{pmatrix}$ (projector ke $|1\rangle$)

Untuk state $|\psi\rangle = \alpha|0\rangle + \beta|1\rangle$:

$p(0) = |\alpha|^2, p(1) = |\beta|^2$

Setelah measurement:

  • Jika outcome 0: state menjadi $|0\rangle$
  • Jika outcome 1: state menjadi $|1\rangle$
POVM: Generalized Measurement

Set of operators $\{E_i\}$ (POVM elements) yang memenuhi:

  • $E_i \geq 0$ (positive semidefinite)
  • $\sum_i E_i = I$ (complete)

Tidak perlu orthogonal! Tidak perlu projector!

Probabilitas: $p(i) = \langle\psi|E_i|\psi\rangle$

POVM tidak menentukan post-measurement state. Untuk itu, perlu instrument (Kraus operators).

Contoh: Weak measurement dengan $E_0 = (1+\epsilon)P_0 + (1-\epsilon)P_1, E_1 = I - E_0$.

Apa yang Diukur?

Untuk projective: output 0 atau 1 (diskrit). Untuk POVM: bisa continuous (weak measurement), atau multiple outcomes (noisy).

Kesalahan Umum
  • SALAH: Measurement "melihat" state tanpa mengganggu
  • BENAR: Measurement MERUSAK superposisi
  • SALAH: Bisa mengukur tanpa mengubah state
  • BENAR: Kecuali weak measurement (partial collapse)
C.7

Born Rule dan State Update

Inti

Born rule: probabilitas outcome = kuadrat besarnya amplitudo (inner product state dengan basis outcome). Setelah outcome, state "jatuh" (collapses) ke eigenstate terkait. Ini adalah aturan fundamental yang menghubungkan matematika dengan eksperimen.

Born Rule (Formula Umum)

Untuk state $|\psi\rangle$ dan measurement basis $\{|\phi_i\rangle\}$:

$p(\text{outcome} = i) = |\langle\phi_i|\psi\rangle|^2$

di mana $\langle\phi_i|\psi\rangle$ = overlap antara state dan basis outcome.

Konsekuensi: Amplitudo kompleks, tapi probabilitas selalu REAL dan NON-NEGATIVE.

Total probabilitas: $\sum_i p(i) = \sum_i |\langle\phi_i|\psi\rangle|^2 = \langle\psi|\sum_i|\phi_i\rangle\langle\phi_i||\psi\rangle = \langle\psi|I|\psi\rangle = 1$.

State Update (Luders Rule)

Setelah outcome dengan projector $P_i$:

$|\psi'\rangle = P_i |\psi\rangle / \sqrt{\langle\psi|P_i|\psi\rangle}$

Pembagian dengan $\sqrt{p}$ untuk re-normalisasi (total probabilitas harus tetap 1).

Ini adalah NON-UNITARY process! Measurement adalah satu-satunya non-unitary operation di QC.

Contoh Numerik

State: $|\psi\rangle = 0.6|0\rangle + 0.8|1\rangle$

Measure di Z basis:

$p(0) = |0.6|^2 = 0.36$, state' = $|0\rangle$

$p(1) = |0.8|^2 = 0.64$, state' = $|1\rangle$

Measure di X basis ($|+\rangle = (|0\rangle+|1\rangle)/\sqrt{2}, |-\rangle = (|0\rangle-|1\rangle)/\sqrt{2}$):

$p(+) = |\langle+|\psi\rangle|^2 = |(0.6+0.8)/\sqrt{2}|^2 = 0.98$

$p(-) = |\langle-|\psi\rangle|^2 = |(0.6-0.8)/\sqrt{2}|^2 = 0.02$

Hasil BERBEDA tergantung basis! Ini adalah "contextuality" kuantum.

Apa yang Diukur?

Output: salah satu basis outcome dengan probabilitas sesuai Born rule. Di hardware: histogram dari banyak shots (repetisi eksperimen).

Kesalahan Umum
  • SALAH: Probabilitas = amplitudo (langsung)
  • BENAR: Probabilitas = |amplitudo|^2
  • SALAH: Bisa memprediksi single shot outcome
  • BENAR: Hanya distribusi probabilitas
C.8

Partial Trace dan Reduced Density Matrix

Inti

Partial trace adalah operasi "melupakan" sebagian dari sistem. Untuk state joint AB, partial trace terhadap B memberikan reduced density matrix untuk A. Ini adalah deskripsi state A ketika kita TIDAK mengakses B.

Partial Trace (Definisi)

Untuk operator $O_{AB}$ di $H_A \otimes H_B$:

$\rho_A = \text{Tr}_B(O_{AB}) = \sum_j \langle j_B|O_{AB}|j_B\rangle$

di mana $\{|j_B\rangle\}$ adalah basis B (sembarang).

Intuisi: "summing out" atau "averaging over" degrees of freedom B.

Reduced Density Matrix

Jika sistem AB di state murni $|\psi_{AB}\rangle$, reduced DM untuk A:

$\rho_A = \text{Tr}_B(|\psi_{AB}\rangle\langle\psi_{AB}|)$

Contoh untuk Bell state $|\Phi^+\rangle = (|00\rangle + |11\rangle)/\sqrt{2}$:

$\rho_A = \text{Tr}_B(|\Phi^+\rangle\langle\Phi^+|) = (|0\rangle\langle0| + |1\rangle\langle1|) / 2 = I/2$

Ini adalah MAXIMAL MIXED state! Meskipun joint state murni!

Von Neumann entropy: $S(\rho_A) = -\text{Tr}(\rho_A \log(\rho_A)) = 1$ bit.

Ini adalah ukuran entanglement antara A dan B!

Schmidt Decomposition Connection

Untuk |psi_AB> = sigma_i lambda_i |i_A> ⊗ |i_B>:

rho_A = sigma_i lambda_i^2 |i_A><i_A|

Eigenvalues dari rho_A adalah lambda_i^2 (Schmidt coefficients squared).

Jika hanya SATU lambda_i = 1: rho_A adalah pure state (product state).

Jika banyak lambda_i > 0: rho_A adalah mixed state (entangled).

Apa Knob Kontrolnya?

Tidak ada untuk operasi matematika. Tapi secara fisik: ini terjadi ketika kita "lose" atau "ignore" sebagian sistem (misalnya environment).

Kesalahan Umum
  • SALAH: Reduced state = subsystem state
  • BENAR: Tidak ada "subsystem state" untuk entangled state!
  • SALAH: Mixed state = campuran fisik
  • BENAR: Bisa karena ignorance ATAU entanglement
C.9

Density Matrix Formalism

Inti

Density matrix (rho) adalah generalisasi state vector. State murni: rho = |psi><psi|. State campuran (mixed): rho = sigma_i p_i |psi_i><psi_i|. Semua operasi kuantum bisa ditulis dalam bentuk rho, termasuk open system dynamics.

Definisi dan Sifat Density Matrix

$\rho = \sum_i p_i |\psi_i\rangle\langle\psi_i|$

Sifat wajib:

  • $\rho^\dagger = \rho$ (Hermitian)
  • $\text{Tr}(\rho) = 1$ (trace 1)
  • $\rho \geq 0$ (positive semidefinite)

Pure state: $\text{Tr}(\rho^2) = 1$

Mixed state: $\text{Tr}(\rho^2) < 1$

Maximally mixed: $\rho = I/d$ ($d$ = dimensi ruang)

Expectation Value

Untuk observable $O$:

$\langle O\rangle = \text{Tr}(\rho O) = \sum_i p_i \langle\psi_i|O|\psi_i\rangle$

Ini berlaku untuk pure dan mixed state!

Contoh: Untuk $\rho = I/2$ (maximally mixed 1-qubit):

$\langle Z\rangle = \text{Tr}((I/2) Z) = (1/2) \text{Tr}(Z) = 0$

Tidak ada preferensi ke $|0\rangle$ atau $|1\rangle$ (random).

Evolusi: Unitary untuk Closed System

$\rho(t) = U(t) \rho(0) U^\dagger(t)$

Untuk Hamiltonian $H$:

$d\rho/dt = -(i/\hbar) [H, \rho]$ (Liouville-von Neumann eq)

Ini adalah analog Schrödinger equation untuk density matrix.

$[H, \rho] = H\rho - \rho H$ adalah commutator.

Apa yang Diukur?

Expectation value: rata-rata dari banyak pengukuran. Untuk state murni: sama dengan state vector formalism. Untuk mixed: averaging classical probability + quantum probability.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Mixed = campuran state murni secara fisik
  • BENAR: Bisa karena ignorance ATAU entanglement
  • SALAH: Pure > mixed (hirarki)
  • BENAR: Pure adalah kasus khusus mixed
C.10

Lindblad Master Equation

Inti

Lindblad equation adalah generalisasi Schrödinger equation untuk OPEN quantum systems (sistem yang berinteraksi dengan environment). Term tambahan (Lindblad dissipator) mendeskripsikan decoherence dan relaxation.

Lindblad Master Equation

$d\rho/dt = -(i/\hbar)[H, \rho] + \sum_k \gamma_k (L_k \rho L_k^\dagger - (1/2)\{L_k^\dagger L_k, \rho\})$

di mana:

  • $H$ = Hamiltonian sistem (term unitary)
  • $L_k$ = jump operators (operator "collapse")
  • $\gamma_k$ = rates (kecepatan proses dissipatif)
  • $\{A, B\} = AB + BA$ (anti-commutator)

Term kedua adalah LINDBLAD DISSIPATOR (non-unitary!).

Contoh: Amplitude Damping (T1)

$L = \sigma_- = |0\rangle\langle 1|$ (lowering operator)

$\gamma = 1/T_1$ (relaxation rate)

Lindblad term:

$D[\rho] = (1/T_1) (\sigma_- \rho \sigma_+ - (1/2)\{\sigma_+ \sigma_-, \rho\})$

di mana $\sigma_+ = |1\rangle\langle 0|$ (raising operator).

Efek: Populasi $|1\rangle$ bocor ke $|0\rangle$ secara eksponensial.

$\rho_{11}(t) = \rho_{11}(0) e^{-t/T_1}$

Contoh: Pure Dephasing (T2)

$L = \sigma_z = |0\rangle\langle 0| - |1\rangle\langle 1|$

$\gamma_\phi = 1/T_\phi$ (dephasing rate)

Lindblad term:

$D[\rho] = (1/T_\phi) (\sigma_z \rho \sigma_z - \rho)$

Efek: Off-diagonal elements (coherence) decay.

$\rho_{01}(t) = \rho_{01}(0) e^{-t/T_\phi}$

Populasi (diagonal) TIDAK berubah, tapi phase information hilang.

Apa Knob Kontrolnya?

T1 dan T2 ditentukan oleh kualitas hardware (material, fabrication, shielding). Tidak bisa "dikontrol" seperti gate, tapi bisa di-mitigate dengan error correction.

Apa yang Diukur?

$T_1$ dari decay time populasi $|1\rangle \to |0\rangle$. $T_2$ dari decay time koherensi (Ramsey atau Hahn echo experiment). $T_2 \leq 2T_1$ selalu.

C.11

Universality dan Gate Set

Inti

Set gate adalah universal jika setiap unitary operation bisa didekati dengan kombinasi gate dari set tersebut. Untuk QC, kita butuh minimal: (1) gate 1-qubit universal (misal H + T), dan (2) SATU gate 2-qubit entangling (misal CNOT).

Solovay-Kitaev Theorem

Jika set gate $G$ adalah universal dan dense di $SU(2)$, maka untuk sembarang target unitary $U$:

Bisa dibuat pendekatan $U'$ dari $G$ dengan error $\epsilon$

Panjang circuit (gate count) $\sim O(\log^c(1/\epsilon))$

di mana $c \sim 3$ (konstanta Solovay-Kitaev).

Konsekuensi: Bisa compile sembarang algorithm ke gate finite!

Trade-off: Lebih akurat = lebih banyak gate.

Contoh Universal Gate Set

Clifford + T (Populer di FTQC):

  • Clifford: H, S, CNOT (bisa disimulasikan klasik dengan Gottesman-Knill)
  • T gate: memberikan "non-Clifford resource" untuk universalitas

Universal di hardware:

  • Semua rotasi + CNOT (teori)
  • Di hardware: {RX, RZ, CZ} atau { microwave drive, flux gate }

Kunci: Clifford + SATU non-Clifford = universal.

Approximate vs Exact Universality

Exact universal: Setiap unitary bisa dibuat EXACT (jarang ada)

Approximate universal: Setiap unitary bisa didekati ARBITRARY close (semua gate set realistic!)

Contoh: {H, T} adalah approximate universal, bukan exact.

Untuk algoritma seperti Shor, perlu akurasi ~10^(-12), jadi butuh banyak T gate!

Apa Knob Kontrolnya?

Compiler memilih gate set berdasarkan hardware native gates. Di superconducting: {RX, RZ, CZ, Measure}. Trapped ion: {RX, RZ, XX, Measure}.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Clifford gates saja cukup
  • BENAR: Perlu non-Clifford untuk universal
  • SALAH: Lebih banyak gate types = lebih baik
  • BENAR: Lebih sedikit tapi universal = lebih simpel
C.12

Circuit: Depth, Width, dan Compilation

Inti

Width = jumlah qubit. Depth = jumlah "layer" paralel gate. Algorithm quality ditentukan oleh kedua-duanya: width = resource (hardware), depth = waktu (noise accumulation). Compilation = transform high-level algorithm ke low-level native gate dengan optimal depth.

Width vs Depth

Width = Jumlah qubit fisik yang digunakan

Depth = Jumlah time step (minimal, gate yang paralel dihitung 1)

Contoh:

  • H pada semua 10 qubit: width=10, depth=1 (bisa paralel!)
  • CNOT cascade: width=2, depth=N (harus serial)

Trade-off: Lebih banyak qubit = bisa paralel lebih banyak = reduce depth.

Compilation Pipeline

1. High-level algorithm (misal: QFT, Shor)

2. Decompose ke gate set universal {H, T, CNOT}

3. Synthesize ke native gate hardware {RX, RZ, CZ}

4. Mapping ke konektivitas hardware (insert SWAP jika perlu)

5. Optimization (cancel inverses, merge rotations)

6. Pulse-level optimization (optional, untuk NISQ)

Routing dan SWAP Overhead

Hardware qubit punya konektivitas TERBATAS (bukan all-to-all).

Contoh konektivitas:

  • Linear: qubit i hanya terhubung ke i-1 dan i+1
  • 2D grid (surface code): setiap qubit terhubung ke 4 neighbor
  • All-to-all: jarang (trapped ion mendekati ini)

Jika CNOT butuh qubit jauh: insert SWAP gates!

SWAP(i,j) = 3 CNOT (atau lebih efficient di beberapa hardware).

Routing overhead bisa BESAR: 3x-10x depth increase.

Optimization karena Noise

Di NISQ, noise ~1% per gate. 100 gate = 63% survival rate.

Strategi optimasi:

  • Cancel gate inverse: $R_z(\theta) R_z(-\theta) = I$
  • Merge rotation: $R_z(a) R_z(b) = R_z(a+b)$
  • Qubit permutation: pilih mapping awal yang baik
  • Peephole optimization: optimasi sub-circuit lokal

Goal: minimize depth TANPA mengubah logika algorithm!

Apa Knob Kontrolnya?

Compiler parameters: optimization level (0-3), timeout, algorithm (routing heuristic). Trade-off: lebih optimal = waktu compilation lebih lama.

Kesalahan Umum
  • SALAH: Depth = jumlah total gate
  • BENAR: Depth = layer paralel (bisa < total gate)
  • SALAH: Routing itu trivial
  • BENAR: Routing overhead sangat besar

Ringkasan: Matematika ke Implementasi

Dari Hilbert space (framework) → Pauli & SU(2) (rotasi) → Hamiltonian & U(t) (evolusi waktu) → Tensor product (multi-qubit) → Measurement (collapse) → Density matrix (open system) → Lindblad (noise) → Universality (gate set) → Compilation (implementasi hardware).

Setiap langkah adalah fondasi untuk langkah berikutnya. Tanpa memahami Hilbert space, measurement tidak masuk akal. Tanpa density matrix, noise (Lindblad) tidak bisa dimodelkan. Tanpa kompilasi, algorithm tetap di "kertas".